Minggu, 09 Januari 2011

Membaca Watak Kelahiran dari Tenung Wariga

Ramalan tentang watak dasar manusia menurut kelahirannya dalam kesusastraan Bali tergolong lengkap dan mendetail. Catatan-catatan mengenai watak ini ditulis dalam daun lontar dan disucikan oleh masyarakatnya, terutama oleh seorang juru wacak pawatekan atau orang yang menekuni masalah watak kelahiran dan ruwatan-nya. Ilmu ini lumrahnya diistilahkan dengan Tenung Wariga. Apa saja yang ada di dalamnya dan apa penjelasannya?

---------------------

DALAM meramal watak kelahiran, sang juru wacak akan mencari formulasi kala atau waktu kelahiran dari si penanya. Biasanya akan dicari terlebih dahulu kategori wuku dan wawaran kelahiran. Selanjutnya dicari palalintangan pancawara-saptawara, barulah sasih-nya atau hitungan bulan dalam kalender Bali. Hitungan wawaran dan wuku terkait dengan rumus-rumus wariga sesuai dengan matematika tradisional Bali, sedangkan palalintangan dan pasasihan terkait erat dengan konstalasi bintang-bintang di langit yang diyakini mempengaruhi watak kelahiran seseorang.

Dari hitungan wuku, wawaran, dan palalintangan terdapat 210 varian watak menurut kelahiran manusia, selanjutnya 12 dalam hitungan sasih. Jadi dari keseluruhannya, Tenung Wariga dalam budaya Bali memiliki 2520 jenis watak manusia yang didapat dari mengalikan 210 varian wuku, wawaran, dan palalintangan dengan 12 jenis watak manusia menurut sasih atau bulan dalam setahun.

Di sini tentu tidak dapat disajikan secara mendetail seluruhya, namun untuk memberi sedikit gambaran bagaimana ramalan akan watak kelahiran manusia perspektif budaya Bali, berikut akan disajikan watak kelahiran manusia menurut teks "Pawatekan Wrhaspati Kalpa" dalam hitungan saptawara sebagai bagian kecil dari kompleksitas Tenung Wariga. Hari apa Anda lahir? Coba cek watak Anda berdasarkan hari kelahiran Anda berikut ini.

* Redite (Minggu)

Kayunya alemes, bisa bergaul dengan sembarang orang, dan bisa menerima pendapat orang lain. Burungnya beo (syung), senang meniru kepribadian orang. Wayangnya jantur, tampil pendiam dan jarang berbicara yang dirasanya tidak perlu. Sinar tubuhnya terlihat kemerah-merahan, cepat meledak amarahnya. Mereka yang terlahir pada hari ini dikatakan telah menjelma sebanyak lima kali atas titah Sang Hyang Iswara. Dewa mereka adalah Indra, hingga cocok menjadi seorang pemimpin yang keras.

Bila terlahir wanita dan ada tahi lalat di kemaluan, ia akan cenderung memiliki cinta mendua. Namun, di balik sifat-sifat baiknya, ia memiliki pendirian yang goyah dan berubah-ubah dan menjadi lupa diri lantaran kata-kata kasar. Penyakitnya ada di telinga kiri, pinggang kiri, mata kiri, tangan kiri dan bagian tubuh sebelah kiri. Pengeruwatan-nya air dari kendi keramik berlobang lima.

* Soma (Senin)

Lambangnya bulan, menjadi tempat berlindung orang-orang kesusahan, bisa memberikan nasihat yang berguna bagi orang yang susah dan bersedih. Kayunya kroya, memiliki sifat kikir. Bunganya pole, berkepribadian baik dan harum, namun memiliki kecenderungan sulit menemukan jodoh apabila mereka berkepribadian tertutup. Mereka telah menjelma menjadi manusia sebanyak empat kali atas titah Bhatara Maheswara, Dewanya Uma. Bintangnya Wresabha. Yoni-nya Dewa, hingga memiliki sifat yang baik. Sinar tubuhnya hitam, tenang namun sering bersedih. Terlihat pantas dengan berbagai jenis pakaian.

Yang terlahir pada hari ini, hati-hatilah menjaga anak, lantaran memiliki kecenderungan memiliki anak yang meninggal. Bicaranya baik dan lembut. Berhati-hati dalam mengambil keputusan, hingga sering terlalu banyak pertimbangan kemudian terjebak dalam pikiran yang bercabang. Penyakitnya beraneka macam, hati-hati pada kelamin. Pengeruwatan-nya disiram dengan memakai air dari kendi keramik berlobang empat.

* Anggara (Selasa)

Lambangnya api, memiliki sifat pendendam dan baru puas jika telah membalaskannya, disenangi banyak orang dan dibutuhkan lantaran keahliannya. Kayunya warangireng. Burungnya gagak, sering membanggakan diri dan menyanjung diri sendiri, dan terkadang dapat melihat sesuatu yang bersifat gaib. Wayangnya ceng-ceng, banyak ucap dan sering terlibat adu argumen dan berbantahan. Mereka telah tiga kali menjelma menjadi manusia atas perintah Sang Hyang Brahma. Sering ditimpa masalah dan kesulitan mencari jalan keluarnya, namun memiliki kebijaksanaan yang cukup.

Orang yang lahir hari ini memiliki kecenderungan berani membantah orangtuanya. Penyakit yang diderita biasanya di kaki, kelamin, dan kuku. Percintaannya juga sering mendua dan berselingkuh. Yoni-nya raksasa hingga memiliki pribadi yang liar dan susah diatur. Pengeruwatan-nya memakai air kendi keramik berlobang tiga.

* Buda (Rabu)

Lambangnya langit, berpenampilan tenang namun susah diduga. Wayangnya goleng, cepat bisa dalam sembarang pekerjaan. Telah menjelma sebanyak empat kali atas perintah Sang Hyang Rudra. Ada kecenderungan akan memiliki anak yang murtad, sering tersangkut masalah lantaran karmanya pada kehidupannya yang dahulu. Memiliki sifat yang baik dan senang bila bisa berderma, keras keinginannya. Bisa menjadi seorang sastrawan dan pintar.

Senang mencari ilmu gaib dan keagamaan. Keras keinginannya untuk tahu berbagai bidang pekerjaan dan disukai oleh orang-orang miskin hingga sangat dihormati oleh orang-orang kelas bawah. Penyakitnya ada di kaki hingga ada kecenderungan lumpuh. Pengeruwatan-nya banten lengkap dengan mantra Rudra.

* Wraspati (Kamis)

Lambangnya guru, memiliki kebijaksanaan yang akan membuatnya termasyur dan disenangi orang lantaran pengetahuan dan kepintarannya. Kayunya beringin, cocok menjadi pelindung bagi orang-orang yang susah dan didera masalah. Burungnya merak, tampil rupawan dan memikat namun sayangnya senang pamer kekayaan ketika menjadi kaya. Wayangnya dalang, pintar dalam mengatur strategi, namun terkadang lepas kontrol lantaran individualisnya.

Telah menjelma menjadi manusia sebanyak delapan kali atas titah Sang Hyang Maha Dewa. Dewanya Bhatara Guru. Bintangnya Wrasaba. Memiliki kecenderungan ditinggal istri atau suami lantaran cemburu. Senang dengan ilmu gaib sedari kecil, setia pada temannya bukan lantaran harta. Penyakitnya ada di tangan dan bagian tubuh sebelah kanan. Pengeruwatan-nya memakai uang kepeng sebanyak 888 keping, air kendi keramik berlobang delapan.

* Sukra (Jumat)

Lambangnya bumi, disenangi orang lantaran kesabarannya, namun sering kena fitnah dan dijelek-jelekkan orang. Kayunya ancak, menjadi teman baik orang-orang suci. Burungnya titiran atau perkutut, disayang orang-orang besar. Wayangnya jugil, enam kali menjelma menjadi manusia atas titah Sang Hyang Sangkara. Dewanya Bhatari Sri, pintar membuat orang senang. Bintangnya Tumbamina, memiliki banyak keinginan dan angan-angan, susah lantaran hutang.

Berbahagia dan kaya lantaran sahabat-sahabatnya. Mantra yang diucapkannya sering manjur, cerdas lantaran bertanya, cocok menjadi arsitek atau ahli bangunan (undagi). Penyakitnya ada di tenggorokan, mata kanan, di perut, pada telapakan kaki atau pun tangan. Pengeruwatan-nya memakai air kendi keramik berlobang enam.

* Saniscara (Sabtu)

Lambangnya Durga, memiliki kecenderungan egoistis dan individualis, namun bisa menjaga sahabat, kerabat dan anak-anaknya dengan baik. Menjadi lupa diri dan lepas kendali bila ia marah. Dewanya Sang Hyang Kala, kayunya kepuh, berpenampilan angker dan menakutkan. Burungnya dok, suka menyendiri. Telah menjelma menjadi manusia sebanyak sembilan kali atas titah Bhatara Wisnu. Bintangnya Tulamina, yoni-nya Raksasa, berbudi liar.

Berpikiran tetap, cenderung berani terhadap orang tua (dursila ring wong atuha). Hidup berkecukupan dari kecil, memiliki tangan dan budi usil, senang bercanda dan mengejek, susah lantaran hutang-hutangnya kelak. Penyakitnya ada di pantat, telapak tangan dan di sekitar pusar. Pengeruatan-nya adalah daging babi yang dibeli dengan uang 999 kepeng bolong dengan banten selengkapnya.

0 komentar:

Poskan Komentar